Tugas & Wewenang Pengurus

PERATURAN ORGANISASI PO.008/PP.IAI/1418/V/2015  
TENTANG TUGAS DAN WEWENANG PENGURUS IKATAN APOTEKER INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN

Pasal 1 : Ketentuan Umum

1. Organisasi adalah Ikatan Apoteker Indonesia

2. Pengurus Pusat adalah Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

3. Dewan adalah Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Pakar dan Dewan Pengawas

4. MEDAI Pusat adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Pusat

5. Himpunan adalah Himpunan Seminat dan Indonesia Young Pharmacist Group

6. Pengurus Daerah adalah Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia

7. MEDAI Daerah adalah Majelis Etik dan Disiplin Apoteker Indonesia Daerah

8. Pengurus Cabang adalah Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia

 

Pasal 2 : Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan ditetapkannya tugas dan wewenang pengurus organisasi ini adalah untuk memberikan panduan bagi jajaran pengurus organisasi dalam pelaksanaan tugas dan wewenang sebagai pengurus organisasi.

 

Pasal 3 : Ruang Lingkup

Ruang lingkup Tata Hubungan Kerja organisasi ini meliputi :

1. Pengurus Pusat

2. Pengurus Daerah

3. Pengurus Cabang

4. Dewan Pengawas

5. Majelis Etik dan Displin Apoteker Indonesia

 

BAB II PENGURUS PUSAT

Pasal 4 : Tugas dan Wewenang Ketua Umum

Tugas dan Wewenang Ketua Umum :

1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;

2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Kongres Nasional, Rapat Kerja Nasional Ikatan Apoteker Indonesia dan Keputusan Rapat Organisasi lainnya;

3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;

4. Mewakili Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dalam kerjasama dan pembinaan hubungan dengan pihak-pihak lain;

5. Mewakili Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dalam konsolidasi organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan Apoteker Indonesia;

6. Melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya dan Asosiasi Kesehatan;

7. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa bakti di forum Kongres Nasional;

8. Bersama Sekretaris Jenderal atau Wakil Sekretaris Jenderal menandatangani surat-surat keluar;

9. Bersama Bendahara Umum menanda tangani check atau giro;

 

Pasal 5 : Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Umum

Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Umum:

1. Membantu Ketua Umum mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau dan mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/ badan/ himpunan dilingkungan Pengurus Pusat.

2. Membantu Ketua Umum memantau dan mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan program kerja dilingkungan Pengurus Pusat.

3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua Umum.

4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Ketua Umum bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 6 : Tugas dan Wewenang Sekretaris Jenderal

Tugas dan Wewenang Sekretaris Jenderal :

1. Memimpin dan bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia;

2. Mewakili tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan dari Ketua Umum;

3. Mendampingi Ketua Umum dalam hubungan organisasi dengan pihakpihak internal organisasi maupun pihak-pihak eksternal organisasi.

4. Bersama Ketua Umum menandatangani surat-surat keluar;

5. Bersama Ketua Umum dan Bendahara Umum menandatangani dokumen dokumen keuangan, khususnya buku setoran dan Cheque pada Bank dimana dana organisasi tersimpan.

6. Melakukan koordinasi penyusunan database organisasi dengan Bidang Organisasi dan Koordinator Wilayah;

7. Melakukan koordinasi terkait tampilan dan isi laman organisasi dengan Bidang terkait;

8. Mendampingi Ketua Umum dan/atau Wakil Ketua Umum dalam memimpin rapat-rapat organisasi;

9. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian tugas dengan Wakil-Wakil Sekretaris Jenderal;

10.Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Sekretaris Jenderal bertanggungjawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 7 : Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Jenderal

Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Jenderal :

1. Membantu Sekretaris Jenderal dalam melaksanakan tugasnya.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Sekretaris Jenderal apabila berhalangan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Sekretaris Jenderal.

3. Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal dalam rangka kelancaran Sekretariat Pengurus Pusat.

4. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Sekretaris Jenderal bertanggung jawab kepada Sekretaris Jenderal.

 

Pasal 8 : Tugas dan Wewenang Bendahara Umum

Tugas dan Wewenang Bendahara Umum :

1. Mengelola keuangan organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pengurus Pusat.

2. Bersama-sama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal mendatangani dokumen-dokumen keuangan, khususnya Buku Setoran dan Cheque pada Bank dimana dana organisasi tersimpan.

3. Mengkoordinir dan bertanggungjawab dalam pengadaan dana organisasi dari sumber yang sah sesuai dengan ketentuan Organisasi.

4. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Pusat minimal 6 (enam) bulan sekali.

5. Menunjuk secara tertulis salah seorang Wakil Bendahara yang bertindak untuk dan atas nama Bendahara Umum apabila berhalangan tugas.

6. Dalam melaksanakan tugas rutin, Bendahara Umum dapat menentukan pembagian tugas para Wakil Bendahara.

7. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Bendahara Umum bertanggungjawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 9 : Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara

Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara :

1. Membantu Bendahara Umum dalam melaksanakan tugasnya.

2. Membantu Bendahara Umum apabila Bendahara Umum berhalangan tugas.

3. Membantu Bendahara Umum dalam tugas pengadaan dana maupun pengelolaan dana organisasi sesuai dengan pembagian tugas yang ditetapkan oleh Bendahara Umum,

4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Bendahara bertanggung-jawab kepada Bendahara Umum.

 

Pasal 10 : Tugas dan Wewenang Ketua Bidang

Tugas dan Wewenang Ketua Bidang:

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan program program Bidang.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua Umum.

3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 11 : Tugas dan Wewenang Ketua Badan

Tugas dan Wewenang Ketua Badan:

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan program program Badan.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua Umum.

3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 12 : Tugas dan Wewenang Ketua Himpunan

Tugas dan Wewenang Ketua Himpunan:

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Himpunan.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua Umum.

3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua Umum.

 

Pasal 13 : Tugas dan Wewenang Koordinator Wilayah

Tugas dan Wewenang Koordinator Wilayah :

1. Melakukan pembinaan, pemantauan terhadap potensi daerah berdasarkan kultur wilayah dan sumber daya manusia yang tersedia diwilayah kerjanya.

2. Mendorong terciptanya dinamisasi aktivitas pelaksanaan program diwilayah kerjanya.

3. Menyerap aspirasi dan menyelesaikan masalah organisasi yang ada diwilayah kerjanya.

4. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua Umum, apabila Ketua Umum berhalangan menjalankan tugas di wilayahnya sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua Umum

5. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya bertanggung-jawab kepada Ketua Umum.

 

BAB III PENGURUS DAERAH

Pasal 14 : Tugas dan Wewenang Ketua Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Ketua Pengurus Daerah :

1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;

2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Konferensi Daerah, Rapat Kerja Daerah Ikatan Apoteker Indonesia dan Keputusan Rapat Organisasi lainnya;

3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;

4. Menjalin kerjasama dan melakukan koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya

5. Menjalin kerjasama dan membina hubungan dengan pihak-pihak lain;

6. Melakukan konsolidasi organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan Apoteker Indonesia;

7. Menjalin kerjasama dan melakukan koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya

8. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa bakti di forum Konferensi Daerah;

9. Bersama Bendahara menanda tangani check atau giro;

 

Pasal 15 : Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Pengurus Daerah:

1. Membantu Ketua mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau dan mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/tim/himpunan.

2. Membantu Ketua memantau dan mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan program kerja.

3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai penunjukan dari Ketua.

4. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.

 

Pasal 16 : Tugas dan Wewenang Sekretaris Pengurus Daerah 

Tugas dan Wewenang Sekretaris Pengurus Daerah :

1. Bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat.

2. Mewakili tugas Ketua, sesuai dengan penunjukan ketua.

3. Mendampingi Ketua dan/atau Wakil Ketua dalam memimpin rapat-rapat organisasi;

4. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian tugas dengan Wakil-Wakil Sekretaris;

5. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.

 

Pasal 17 : Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Pengurus Daerah :

1. Membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya.

2. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Sekretaris.

 

Pasal 18 : Tugas dan Wewenang Bendahara Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Bendahara Pengurus Daerah:

1. Mengelola keuangan dan harta benda organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pengurus Daerah.

2. Bersama Ketua mendatangani dokumen keuangan.

3. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Daerah minimal 6 (enam) bulan sekali.

4. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Ketua.

 

Pasal 19 : Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara Pengurus Daerah:

1. Membantu Bendahara dalam melaksanakan tugasnya.

2. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada Bendahara.

 

Pasal 20 : Tugas dan Wewenang Ketua Bidang Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Ketua Bidang Pengurus Daerah:

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan program program Bidang.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.

3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.

 

Pasal 21 : Tugas dan Wewenang Ketua Tim Pengurus Daerah

Tugas dan Wewenang Ketua Tim Pengurus Daerah:

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Tim.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.

3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.

 

Pasal 22 : Tugas dan Wewenang Ketua Himpunan Daerah

1. Merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan programprogram Himpunan.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.

3. Melaporkan tugas yang telah dijalankan kepada ketua.

 

BAB IV PENGURUS CABANG

Pasal 23 : Tugas dan Wewenang Ketua Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Ketua Pengurus Cabang:

1. Memimpin Organisasi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ikatan Apoteker Indonesia;

2. Melaksanakan Keputusan-Keputusan Konferensi Cabang dan Rapat Kerja Cabang Ikatan Apoteker Indonesia;

3. Membuat keputusan dan kebijaksanaan organisasi serta menyusun rencana strategis secara kolektif bersama seluruh pengurus;

4. Mewakili Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia dalam kerjasama dan pembinaan hubungan dengan pihak-pihak lain;

5. Mewakili Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia dalam konsolidasi organisasi dengan seluruh jajaran pengurus Ikatan Apoteker Indonesia;

6. Melaksanakan kerjasama dan koordinasi dengan organisasi profesi kesehatan lainnya dan Asosiasi Kesehatan;

7. Menyampaikan laporan pertanggung-jawaban organisasi pada akhir masa bakti di forum Konferensi Cabang;

8. Bersama Sekretaris atau Wakil Sekretaris menandatangani surat-surat keluar;

9. Bersama Bendahara menanda tangani check atau giro;

10.Melakukan koordinasi dengan Himpunan Seminat tingkat Daerah.

 

Pasal 24 : Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Wakil Ketua Pengurus Cabang:

1. Membantu Ketua mengarahkan, mengkoordinasikan, memantau dan mengawasi pelaksanaan program organisasi oleh bidang/tim/himpunan dilingkungan Pengurus Cabang.

2. Membantu Ketua memantau dan mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan program kerja dilingkungan Pengurus Cabang.

3. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.

4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Ketua bertanggung-jawab kepada Ketua.

 

Pasal 25 : Tugas dan Wewenang Sekretaris Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Sekretaris Pengurus Cabang :

1. Memimpin dan bertanggung jawab atas pengelolaan Sekretariat Pengurus Cabang Ikatan Apoteker Indonesia;

2. Mewakili tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan dari Ketua;

3. Mendampingi Ketua dalam hubungan organisasi dengan pihak- pihak internal organisasi maupun pihak-pihak eksternal organisasi.

4. Bersama Ketua menandatangani surat-surat keluar;

5. Bersama Ketua dan Bendahara menandatangani dokumen-dokumen keuangan, khususnya buku setoran dan Cheque pada Bank dimana dana organisasi tersimpan.

6. Melakukan koordinasi penyusunan database organisasi dengan Bidang Organisasi;

7. Melakukan koordinasi terkait tampilan dan isi laman organisasi dengan Bidang terkait;

8. Mendampingi Ketua dan/atau Wakil Ketua dalam memimpin rapat-rapat organisasi;

9. Dalam pelaksanaan tugas rutin, Sekretaris dapat melakukan pembagian tugas dengan Wakil Sekretaris;

10.Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Sekretaris bertanggungjawab kepada Ketua.

 

Pasal 26 : Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Wakil Sekretaris Pengurus Cabang :

1. Membantu Sekretaris dalam melaksanakan tugasnya.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Sekretaris apabila berhalangan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Sekretaris.

3. Melaksanakan tugas-tugas tertentu yang ditetapkan oleh Sekretaris dalam rangka kelancaran Sekretariat Pengurus Cabang.

4. Dalam melaksanakan tugasnya Wakil Sekretaris bertanggung jawab kepada Sekretaris.

 

Pasal 27 : Tugas dan Wewenang Bendahara Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Bendahara Pengurus Cabang :

1. Mengelola keuangan organisasi sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan Pengurus Cabang.

2. Bersama-sama Ketua dan Sekretaris mendatangani dokumen-dokumen keuangan, khususnya Buku Setoran dan Cheque pada Bank dimana dana organisasi tersimpan.

3. Mengkoordinir dan bertanggungjawab dalam pengadaan dana organisasi dari sumber yang sah sesuai dengan ketentuan Organisasi.

4. Melaporkan secara periodik penggunaan dana organisasi serta kekayaan organisasi kepada Rapat Pleno Pengurus Cabang minimal 6 (enam) bulan sekali.

5. Menunjuk secara tertulis salah seorang Wakil Bendahara yang bertindak untuk dan atas nama Bendahara apabila berhalangan tugas.

6. Dalam melaksanakan tugas rutin, Bendahara dapat menentukan pembagian tugas para Wakil Bendahara.

7. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Bendahara bertanggung-jawab kepada Ketua.

 

Pasal 28 : Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Wakil Bendahara Pengurus Cabang :

1. Membantu Bendahara dalam melaksanakan tugasnya.

2. Membantu Bendahara apabila Bendahara berhalangan tugas.

3. Membantu Bendahara dalam tugas pengadaan dana maupun pengelolaan dana organisasi sesuai dengan pembagian tugas yang ditetapkan oleh Bendahara.

4. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Wakil Bendahara bertanggung-jawab kepada Bendahara.

 

Pasal 29 : Tugas dan Wewenang Ketua Bidang Pengurus Cabang

Tugas dan Wewenang Ketua Bidang Pengurus Cabang :

1. Membantu Ketua untuk merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan program-program Bidang.

2. Mewakili/melaksanakan tugas Ketua, apabila Ketua berhalangan menjalankan tugas sesuai dengan penunjukan secara tertulis dari Ketua.

3. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya Ketua Bidang bertanggung-jawab kepada Ketua.

 

BAB V MAJELIS ETIK DAN DISIPLIN APOTEKER INDONESIA

Pasal 30 : Tugas dan Wewenang Majelis Etik Dan Disiplin Apoteker Indonesia

Tugas dan Wewenang Majelis Etik Dan Disiplin Apoteker Indonesia :

1. Membina, mengawasi dan menilai pelaksanaan Kode Etik Apoteker Indonesia oleh anggota serta menjaga, meningkatkan dan menegakkan Disiplin Apoteker Indonesia

2. Membuat putusan terkait permasalahan etik dan disiplin Apoteker oleh anggota untuk ditindak lanjuti oleh Ketua Ikatan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Organisasi.

3. Memberikan pendapat dan/atau mediasi konflik pelaksanaan Kode Etik Apoteker Indonesia

 

BAB VI DEWAN PENGAWAS

Pasal 31 : Tugas dan Wewenang Dewan Pengawas

Tugas dan Wewenang Dewan Pengawas:

1. Dewan Pengawas Pusat melakukan monitoring pelaksanaan Program Kerja Pengurus Pusat

2. Dewan Pengawas Daerah melakukan monitoring pelaksanaan Program Kerja Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang

3. Dewan Pengawas Pusat memberikan masukan kepada Pengurus Pusat mengenai pelaksanaan Program Kerja Pengurus Pusat

4. Dewan Pengawas Daerah memberikan masukan kepada Pengurus Daerah mengenai pelaksanaan Program Kerja Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang

 

BAB VII PENUTUP 

Pasal 32

(1) Tugas dan Wewenang Pengurus ini merupakan pedoman dan panduan bagi pengurus organisasi dalam penyelenggaraan organisasi dan pelaksanaan program organisasi dalam rangka mewujudkan cita-cita organisasi.

(2) Tugas dan Wewenang Pengurus ini bersifat mengikat bagi seluruh jajaran organisasi Ikatan Apoteker Indonesia, untuk dipatuhi, ditaati dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Hal-hal yang belum diatur dalam Tugas dan Wewenang Pengurus ini akan diatur kemudian dalam pelaksanaannya.