Registrasi Anggota

Peraturan Organisasi No.001/PP.IAI/1418/V/2015
PERATURAN ORGANISASI TENTANG REGISTRASI ANGGOTA IKATAN APOTEKER INDONESIA

 

A. KETENTUAN UMUM

1. Setiap Apoteker berhak untuk menjadi Anggota Ikatan Apoteker Indonesia.

2. Keanggotaan Apoteker ditentukan berdasarkan daerah tempat praktik/kerja kefarmasian dilaksanakan.

3. Nomor keanggotaan Ikatan Apoteker Indonesia bersifat unik, tunggal, tetap dan nasional.

4. Registrasi Anggota ditujukan bagi :

a. Apoteker yang baru lulus pendidikan profesi apoteker
b. Apoteker yang belum terdaftar sebagai anggota

5. Proses Registrasi Anggota dapat dilakukan secara online.

6. Registrasi Anggota tidak berlaku bagi Apoteker yang sedang dalam proses pidana atau sedang terkena sanksi organisasi.

 

B. REGISTRASI ANGGOTA YANG BARU LULUS PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER

1. Permohonan Keanggotaan ditujukan kepada Pengurus Pusat melalui Pengurus Daerah dimana Perguruan Tinggi Farmasi berada secara kolektif oleh Perguruan Tinggi Farmasi bersangkutan.

2. Permohonan Registrasi Anggota dilakukan dengan mengisi Formulir Permohonan Registrasi Anggota dengan melampirkan :

a. Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir
b. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir
c. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
d. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar
e. Surat Pernyataan akan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi Apoteker, Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian.
f. Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai ketentuan berlaku

3. Pengurus Daerah mengajukan permintaan nomor keanggotaan kepada Pengurus Pusat menggunakan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang di isi secara lengkap dan dikirimkan dalam bentuk file soft copy. 

4. Pengurus Pusat mengembalikan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang sudah berisikan Nomor Registrasi Anggota ke Pengurus Daerah dalam bentuk file soft copy.

5. Proses Permohonan Registrasi Anggota diselesaikan dalam waktu paling lama 12 hari kerja terhitung dari mulai berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Pengurus Daerah

6. Apabila dalam waktu 12 hari kerja sejak dinyatakan lengkap belum diregistrasi oleh Daerah, maka yang bersangkutan dinyatakan telah teregistrasi.

7. Berkas permohonan yang tidak lengkap akan dikembalikan oleh Pengurus Daerah melalui Perguruan Tinggi Farmasi bersangkutan untuk dilengkapi.

8. Setiap Calon Anggota wajib mengikuti Pembinaan Organisasi yang dilakukan oleh Pengurus Daerah setempat sesuai Peraturan Organisasi tentang Pembinaan Organisasi.

 

C. REGISTRASI ANGGOTA YANG BELUM TERDAFTAR

1. Bagi Apoteker yang belum terdaftar sebagai anggota dapat mengajukan permohonan kepada Pengurus Pusat melalui Pengurus Cabang untuk diteruskan ke Pengurus Daerah sesuai tempat dilaksanakan pekerjaan/praktik kefarmasian.

2. Permohonan Registrasi Anggota dilakukan dengan mengisi Formulir Permohonan Registrasi Anggota dengan melampirkan :

a. Fotokopi Ijazah Pendidikan Program Profesi Apoteker yang dilegalisir
b. Fotokopi Surat Sumpah Apoteker yang dilegalisir
c. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
d. Pas Photo berwarna ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar
e. Surat Pernyataan akan mematuhi Kode Etik & Disiplin Profesi Apoteker, Peraturan Organisasi serta Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kefarmasian.
f. Bukti Pembayaran Uang Pangkal dan Iuran Tahunan Anggota sesuai ketentuan berlaku

3. Pengurus Daerah mengajukan permintaan nomor keanggotaan kepada Pengurus Pusat menggunakan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang di isi secara lengkap dan dikirimkan dalam bentuk file soft copy.

4. Pengurus Pusat mengembalikan Formulir Permohonan Nomor Anggota yang sudah berisikan Nomor Registrasi Anggota ke Pengurus Daerah dalam bentuk file soft copy.

5. Proses Permohonan Registrasi Anggota diselesaikan dalam waktu paling lama 12 hari kerja terhitung dari mulai berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Pengurus Daerah.

6. Apabila dalam waktu 12 hari kerja sejak dinyatakan lengkap belum diregistrasi oleh Daerah, maka yang bersangkutan dinyatakan telah teregistrasi.

7. Berkas permohonan yang tidak lengkap akan dikembalikan oleh Pengurus Daerah ke anggota bersangkutan melalui Pengurus Cabang setempat untuk dilengkapi.

 

D. SURAT KETERANGAN KEANGGOTAAN (SKK)

1. SKK diberikan kepada anggota yang telah melakukan pendaftaran menjadi anggota.

2. SKK diberikan setelah permohonan dinyatakan lengkap oleh Pengurus Daerah

3. SKK tersebut dipergunakan untuk mengambil KTA.